,

13 Tahun, Sebab akhir yang lambat, bukan berarti sebuah kegagalan

Rp 150.000

Categories: ,

Penulis: Usamah Izzuddin Alqosam

Halaman: 344 halaman

Bagai sebuah mesin yang dipaksa beroperasi melewati batas watt-nya, hidup Syamil Izzuddin di usia tujuh belas tahun mendadak kehilangan waktu jeda. Langkah kakinya yang penuh ambisi saat melewati gerbang Universitas Bengkulu pada September 2011, seketika membentur realitas pahit.
Ketika biaya kosan menjadi sebuah kemewahan yang tak terjangkau, labirin akademis menolak berjalan mudah. Di bawah tekanan aturan ruko menjadi penjaga PS yang lalu menjadi marbot masjid yang kaku dan keterbatasan tanpa laptop sendiri, Sam harus menahan ego-ego remajanya dalam-dalam.
Hingga akhirnya, badai terbesar itu datang: tahun ketujuh di UNIB menyentuh batas sistem, memaksa dinding harapannya runtuh dalam selembar status Drop Out.
Membakar garis finish yang sempat patah, Sam menolak pasrah pada sinisme lingkungan. Di usia yang tak lagi muda, dia menekan tombol Reset dan memulai kembali dari nol di Universitas Terbuka. Perjalanan sunyi belasan tahun itu perlahan menemukan jangkar dan sinergi baru saat sebuah pernikahan hadir di tengah statusnya yang masih mahasiswa. Kuliah bukan lagi sekadar tentang selembar ijazah, melainkan pembuktian tanggung jawab dan martabat keluarga yang harus dihidupi.
Dari tahun 2011 yang penuh pinjaman hingga gerbang yudisium di tahun 2026, novel ini adalah sebuah memoar fiksi yang intim tentang resiliensi, pendewasaan, dan keyakinan bahwa akhir yang lambat bukanlah sebuah kegagalan. Sebuah kisah nyata tentang bagaimana melangkah di titik terendah, hingga akhirnya mampu untuk terus melangkah menyelesaikan perjalanannya.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “13 Tahun, Sebab akhir yang lambat, bukan berarti sebuah kegagalan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top