Penulis: Soe Handi
Halaman: 459 halaman
Blurb:
Dunia seakan runtuh. Kiamat terasa lebih baik terjadi saat itu juga ketika rompi merah muda bertuliskan Tahanan Kejaksaan dikenakan ke tubuh Hasby, seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan yang baru saja dinonaktifkan dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Dengan kedua tangan terikat rantai besi, ia harus meninggalkan kehidupan yang selama ini dibangunnya dengan penuh pengabdian untuk memasuki dunia yang sama sekali tidak pernah dibayangkannya: Rumah Tahanan.
Di balik jeruji, Hasby tidak hanya berhadapan dengan kenyataan pahit sebagai terdakwa kasus tindak pidana korupsi, tetapi juga dengan pergulatan batin yang menguji keyakinannya kepada Allah. Mampukah ia tetap sabar, bertawakal, dan meyakini bahwa Allah adalah sebaik-baik Pelindung ketika hampir seluruh sandaran hidupnya runtuh?
Ujian itu belum berakhir. Menjelang kebebasannya, Hasby justru menerima kenyataan yang lebih menyakitkan. Istri yang selama ini menjadi tempat ia berharap pulang memilih mengajukan gugatan cerai. Di saat yang sama, sebuah rahasia besar dari masa lalunya perlahan muncul ke permukaan dan mengubah perjalanan hidupnya dengan cara yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
HASBUNALLÄ€HU WA NI’MAL-WAKĪL bukan sekadar novel tentang proses hukum atau kehidupan di rumah tahanan. Novel ini adalah kisah tentang keluarga, keimanan, tawakal dan harapan. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa ketika seluruh pintu seakan tertutup, Allah tetap mampu menghadirkan jalan yang tidak pernah terlintas dalam pikiran manusia.
Karena kadang-kadang Allah tidak menolak sebuah doa. Allah hanya menyimpannya lebih lama dari yang kita sangka.






Reviews
There are no reviews yet.