Penulis: Niken Setiawati
Halaman: 105
Blurb:
“Ada cinta yang tak pernah redup oleh waktu, dan ada pelukan yang tetap hangat meski raganya telah tiada.”
Sore itu, di saat dunia merayakan Hari Ibu, takdir justru menuntun Niken pada sebuah perpisahan yang menyayat hati. Mamah, sosok malaikat tanpa sayap yang menjadi jantung dan poros kehidupan keluarga kecil di Kertajati, terbaring rapuh di pembaringannya. Di tengah deru study tour sekolah yang tak bisa dihindari, sebuah firasat sunyi merayap, membawa serta senyuman terakhir yang menyimpan rahasia keabadian.
Kebenaran itu akhirnya tiba. Mamah berpulang dengan tenang, meninggalkan senyuman terindah serta ruang hampa yang dalam bagi Papah dan keempat anaknya: Niko, Dwiki, Niken, dan si bungsu Zatmika. Kehilangan ini memaksa mereka tumbuh dalam sunyi, membawa luka tersembunyi, air mata, hingga ujian hidup yang berat—termasuk ketika badai masa lalu kembali datang menguji keikhlasan hati tatkala sebuah rahasia besar dan sosok baru hadir di bawah atap yang sama.
Namun, dari balik pusara dan air mata, warisan cinta Mamah tak pernah padam. Pesan-pesan ketulusan, suapan terakhir penuh kasih, hingga amanah untuk saling merangkul menjadi kompas yang menuntun langkah mereka meniti hari esok, merajut kembali kepingan keluarga, dan meneruskan estafet cinta hingga kelak dipertemukan kembali di surga-Nya.
Sebuah kisah nyata yang menggetarkan tentang keteggaran, arti keikhlasan, dan rindu paling senyap dari anak-anak yang dibesarkan oleh cinta seorang ibu yang abadi.






Reviews
There are no reviews yet.