Penulis: Abar Cilos
Halaman: 102 halaman
Blurb:
Bagaimana sebuah rumah tetap tegak berdiri ketika tiang utamanya telah tiada?
Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang tidak memiliki kemewahan untuk runtuh. Di pundaknya, ia memanggul masa depan anak-anaknya; di dadanya, ia menyembunyikan luka yang tak pernah sempat ia obati sendiri. la adalah payung yang menolak patah, meski badai berkali-kali mencoba merobeknya.
Melalui narasi yang jujur, naskah ini membawa kita menyelami ruang seorang perempuan yang bekerja dalam diam demi menjaga nyala api di rumahnya. Sebuah pelukan bagi siapa pun yang tumbuh bersama rasa kehilangan, rasa bersalah, dan kerinduan yang terlambat diucapkan.
Berhentilah sejenak, dan temukan bagaimana cinta yang paling tangguh justru lahir dari hati yang nyaris hancur.






Reviews
There are no reviews yet.