,

Seblang Lanang, Di Antara Tabuh Gamelan, Manusia, Roh, dan Tari yang Memilihnya, Sebuah Novel Tentang Warisan, Keterasingan, dan Panggilan yang Tak Bisa Ditolak

Rp 99.000

Categories: ,

Penulis: Arumi Kavya
Halaman: 206
Sinopsis:

Bagaimana kalau seluruh desa memutuskan bahwa kamulah pembawa kutukan itu?
Jagat tidak pernah minta dilahirkan berbeda. Ia hanya bisa mendengar gamelan yang tak ditabuh siapa pun, dan tubuhnya menari sendiri saat malam turun, tarian keramat yang seharusnya hanya boleh dibawakan perempuan. Di dusun kecil di Banyuwangi tahun 90-an, keanehan seperti itu tak butuh bukti untuk dihukum.
Awalnya cuma bisik-bisik. Lalu tatapan. Lalu pintu-pintu yang tertutup saat ia lewat. Dan ketika wabah datang, sawah membusuk, dan anak-anak jatuh sakit satu per satu, dusun itu tak lagi butuh alasan. Mereka hanya butuh seseorang untuk disalahkan.
Tapi seorang perempuan berkain merah terus mendatanginya. Diam. Menangis. Meminta sesuatu yang tak berani diucapkan siapa pun di desa itu selama puluhan tahun.
Semakin Jagat mencoba menutup telinga, semakin jelas ia mendengar: ini bukan kutukan. Ini peringatan. Dan hanya dia yang bisa mendengarnya.
Sebuah novel tentang ketakutan, warisan, dan harga dari menjadi satu-satunya yang mendengar.
Kadang, yang paling ditakuti desa justru satu-satunya yang bisa menyelamatkannya.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Seblang Lanang, Di Antara Tabuh Gamelan, Manusia, Roh, dan Tari yang Memilihnya, Sebuah Novel Tentang Warisan, Keterasingan, dan Panggilan yang Tak Bisa Ditolak”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top